<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><channel><title>Sorotan on CERITA DORANG</title><link>https://ceritadorang.pages.dev/tags/sorotan/</link><description>Recent content in Sorotan on CERITA DORANG</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Fri, 02 Oct 2026 20:00:00 +0800</lastBuildDate><atom:link href="https://ceritadorang.pages.dev/tags/sorotan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Mengapa Tomohon Disebut Kota Bunga?</title><link>https://ceritadorang.pages.dev/posts/mengapa-tomohon-disebut-kota-bunga/</link><pubDate>Fri, 02 Oct 2026 20:00:00 +0800</pubDate><guid>https://ceritadorang.pages.dev/posts/mengapa-tomohon-disebut-kota-bunga/</guid><description>&lt;p&gt;Ada sebuah masa ketika bunga di Tomohon bukan bagian dari parade.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia bukan dekorasi kendaraan hias. Bukan pula latar belakang untuk foto wisatawan, slogan pemerintah, atau nama sebuah festival internasional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bunga tumbuh di depan rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia menjadi pagar. Menjadi batas antara halaman dan jalan. Menjadi bagian dari wajah kampung.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di jalan-jalan pemukiman, pekarangan ditata rapi. Rumah-rumah berdiri di balik tanaman yang dirawat. Bunga tidak selalu ditanam untuk dijual. Ia hadir karena memang begitulah orang menata ruang hidupnya.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>